Kembali ke Panduan
Hero MLBB Underrated: 3 Hero yang Kurang Populer di Season 41
PANDUAN

Hero MLBB Underrated: 3 Hero yang Kurang Populer di Season 41

14 September 2026

Hero MLBB Underrated: 3 Hero yang Kurang Populer di Season 41

Hero MLBB Underrated mana saja yang masih jarang dipilih pemain di Season 41? Menjelang berakhirnya Season 41 dalam beberapa hari ke depan, ada tiga nama yang cukup menarik perhatian karena memiliki pick rate sangat rendah, yaitu Chip, Yve, dan Baxia.

Berdasarkan data pada gambar yang kamu berikan, Chip hanya memiliki pick rate 0,05%, kemudian Yve 0,06%, dan Baxia 0,07%. Angka ini menunjukkan bahwa ketiganya memang bukan pilihan populer di kalangan pemain.

Namun, rendahnya pick rate bukan berarti hero tersebut tidak berguna. Setiap hero tetap memiliki kelebihan dan fungsi tertentu yang bisa dimanfaatkan sesuai komposisi tim.


Apa Itu Hero MLBB Underrated?

Istilah Hero MLBB Underrated biasanya digunakan untuk menyebut hero yang jarang dipilih, tetapi sebenarnya masih mempunyai kemampuan yang cukup berguna.

Pick rate hanya menunjukkan seberapa sering sebuah hero digunakan. Angka tersebut tidak secara langsung menentukan apakah hero itu kuat atau lemah.

Popularitas hero bisa dipengaruhi banyak hal, seperti meta, tingkat kesulitan, role yang sedang diminati, hingga kebiasaan pemain. Karena itu, hero dengan pick rate rendah belum tentu tidak layak dimainkan.

Berikut tiga hero yang termasuk paling jarang terlihat di Season 41 berdasarkan data yang kamu berikan.


1. Chip – Roamer dengan Mekanik Unik

Chip

Chip berada di posisi pertama dengan pick rate 0,05%.

Sebagai hero Support/Tank, Chip mempunyai mekanik yang cukup berbeda. Ia dapat memanfaatkan portal untuk membantu perpindahan posisi dan rotasi tim di Land of Dawn.

Kemampuan tersebut membuat Chip berpotensi membantu tim melakukan rotasi, memberikan bantuan ke lane lain, atau berpindah posisi dengan lebih cepat.

Namun, mekaniknya juga membuat Chip membutuhkan pemahaman map dan timing yang baik. Penggunaan portal yang kurang tepat justru bisa membuat rekan satu tim berada dalam posisi berbahaya.

Itulah salah satu alasan Chip tidak mudah menjadi pilihan utama. Bukan karena tidak memiliki fungsi, tetapi karena efektivitasnya sangat bergantung pada cara pemain menggunakannya.


2. Yve – Mage dengan Kontrol Area

Yve

Berikutnya ada Yve dengan pick rate 0,06%.

Yve merupakan Mage yang mengandalkan kemampuan kontrol area dan positioning. Gaya bermainnya lebih menekankan pada menjaga jarak serta memberikan tekanan ketika team fight berlangsung.

Ultimate Yve dapat menjadi ancaman ketika digunakan pada waktu yang tepat karena mampu mengontrol area pertempuran dan membatasi pergerakan lawan.

Meski begitu, Yve membutuhkan posisi yang aman agar dapat memberikan dampak maksimal. Ia juga lebih optimal ketika komposisi tim memiliki hero yang mampu membuka team fight atau melindunginya.

Dengan karakter seperti ini, Yve mungkin kurang menarik bagi pemain yang mencari Mage dengan mekanik lebih sederhana atau burst damage yang langsung terasa.


3. Baxia – Tank dengan Kemampuan Anti-Sustain

Baxia

Baxia menjadi hero ketiga dengan pick rate 0,07%.

Hero Tank ini mempunyai fungsi yang cukup spesifik, terutama ketika menghadapi lawan yang mengandalkan HP Regen atau Shield.

Baxia dapat memberikan tekanan sekaligus mengurangi efektivitas sustain lawan. Kemampuan mobilitasnya juga membuatnya cukup fleksibel untuk melakukan rotasi dan mengejar target tertentu.

Namun, Baxia tetap membutuhkan pemilihan target dan timing yang tepat. Jika masuk ke team fight tanpa perhitungan, kemampuan bertahannya belum tentu cukup untuk membalikkan keadaan.

Karena itu, Baxia biasanya lebih terasa manfaatnya ketika komposisi lawan memang cocok untuk dihadapi dengan kemampuannya.


Kenapa Ketiganya Jarang Dipilih?

Ada banyak alasan mengapa Chip, Yve, dan Baxia memiliki pick rate rendah.

Salah satunya adalah meta. Pemain cenderung memilih hero yang dianggap lebih konsisten dan sering muncul dalam pertandingan kompetitif maupun ranked.

Selain itu, ketiga hero tersebut memiliki karakteristik yang cukup spesifik. Chip membutuhkan pemahaman rotasi, Yve mengandalkan positioning dan kontrol area, sedangkan Baxia lebih optimal dalam situasi tertentu.

Jadi, rendahnya pick rate tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan kualitas sebuah hero.


Season 41 Tinggal Beberapa Hari Lagi

Dengan Season 41 yang akan segera berakhir, data pick rate ini bisa menjadi gambaran menarik tentang hero-hero yang kurang populer sepanjang season.

Apalagi, pergantian season biasanya membawa perubahan pada meta. Update, penyesuaian hero, item, atau perubahan gameplay dapat membuat popularitas sebuah hero ikut berubah.

Artinya, hero yang sekarang jarang digunakan belum tentu akan tetap berada di posisi yang sama ketika memasuki season berikutnya.

Karena itu, menarik untuk melihat apakah Chip, Yve, dan Baxia nantinya mendapatkan tempat yang lebih besar setelah Season 42 dimulai.


Kesimpulan

Hero MLBB Underrated tidak selalu berarti hero yang lemah. Berdasarkan data yang kamu berikan, Chip, Yve, dan Baxia menjadi tiga hero dengan pick rate paling rendah, masing-masing 0,05%, 0,06%, dan 0,07%.

Chip mengandalkan rotasi melalui portal, Yve unggul dalam kontrol area, sedangkan Baxia memiliki fungsi khusus untuk menghadapi lawan dengan sustain tinggi.

Menjelang berakhirnya Season 41, ketiganya memang masih jarang terlihat dalam pertandingan. Namun, perubahan meta pada season berikutnya bisa saja mengubah posisi mereka.

Jadi, menarik untuk melihat apakah ketiga Hero MLBB Underrated ini masih sepi peminat ketika Season 42 resmi dimulai.